Resume Tugas PKKMB Unesa 2024 Review Artikel
Carbon dioxide reduction through mineral carbonation by stee slag
oleh Yongpeng Zhang, Yimei Ying, Lei Xing, Guoxiong Zhan, Yanli Deng, Zhen Chen, Junhua Li melalui scopus.com.
Pembahasan dalam artikel yang berjudul dalam bahasa Indonesia "Pengurangan karbon dioksida melalui karbonasi mineral dengan stee lslag" ini yaitu bagaimana cara memanfaatkan salah satu produksi baja yang bisa menghasilkan sedikit karbondioksida namun memiliki volume produksi yang tinggi. Dari adanya diskusi ini, para penulis ingin agar limbah industri dapat lebih ramah lingkungan. Serta memanfaatkan teknologi baru tersebut dengan maksimal.
A. Abstrak
teknologi mineralisasi karbon dioksida (CO2) telah menarik perhatian yang signifikan, karena pengolahan terminal sinergis CO2 dan limbah industri. Proses mineralisasi CO2 yang bergabung dengan perusahaan baja adalah rute yang menjanjikan untuk mengatasi emisi CO2 dan pengolahan terak baja (Steel Slag disingkat SS) secara bersamaan. Baru-baru ini, serangkaian pekerjaan yang relevan berfokus pada satu jenis terak baja (SS), dan pemahaman tentang penyerapan CO2 dengan mineralisasi berbagai terak baja sangat kurang. Sementara itu, sangat diperlukan diskusi tentang bagaimana memanfaatkan sepenuhnya produk mineralisasi yang dihasilkan setelah mineralisasi CO2 di SS.
B. Pendahuluan
pada bagian ini penulis memaparkan beberapa pengertian sebagai pendahuluan. Produksi baja adalah proses khas dengan konsumsi energi dan emisi yang tinggi, yang menghasilkan banyak polutan, gas rumah kaca, dan limbah padat (Ragipani et al., 2021). penulis juga menjelaskan tentang Steel Slag adalah produk sampingan utama dari produksi baja dan memiliki volume produksi yang tinggi dan tingkat pemanfaatan yang rendah.
C. Kajian Teori
Pada bagian ini penulis mengungkapkan bahwa berdasarkan penelitian terbaru, Penggunaan SS untuk mineralisasi CO2 meningkatkan efisiensi pemanfaatan SS, dan penerapan produk mineralisasi semakin mendorong pengembangan teknologi mineralisasi.
Dengan menjelaskan mengenai Penggunaan SS untuk mineralisasi CO2 mampu menyerap banyak karbon maka dari itu telah terbukti penelitian menunjukkan bahwa emisi CO2 selama produksi dapat berkurang.
D. Hasil dan pembahasan
Pada bagian ini penulis akan membahas hasil dari emisi karbondioksida selama produksi SS sungguh dapat berkurang bisa dikerjakan dengan baik dan ukuran yang benar, Penulis juga memaparkan tentang dampak lingkungan SS setelah mineralisasi utama berdasarkan pada sifat-sifat SS yang tidak termineralisasi. Penggunaan SS untuk mineralisasi CO2 dapat mengkonsumsi f-CaO dan f-MgO, sehingga mengubahnya menjadi karbonat yang stabil secara termodinamika. Langkah ini dapat memungkinkan SS yang diproduksi di China untuk digunakan secara luas dalam konstruksi jalan dan produksi semen, sehingga memecahkan bahaya lingkungan yang disebabkan oleh akumulasi SS dalam jumlah besar.
E. Kesimpulan
Pada bagian terakhir penulis menuliskan kesimpulan sebagai berikut. Industri baja adalah industri utama dalam konsumsi energi dan emisi polusi dalam jumlah besar. Oleh sebab itu penggunaan SS untuk mineralisasi CO2 tidak hanya dapat memecahkan masalah lingkungan yang disebabkan oleh akumulasi SS, tetapi juga mengatasi masalah emisi CO2 dari perusahaan baja itu sendiri.
Komentar
Posting Komentar